Senin, 22 November 2010

Cara beternak ikan Cupang

  • Share
  • [i]

Ikan cupang ku memijah. Hahaha… Senang banget pas tau ikan cupang atau ikan laga saya memijah. Apa itu memijah ? Memijah artinya berkembang biak atau beranak pinak atau memperbanyak diri. Sudah hampir dua minggu saya dan teman saya si budi tapi bukan budi anduk sibuk mencari indukan ikan cupang yang siap dikawinkan. Ya, kami mencoba untuk belajar beternak ikan cupang atau betta fish. Memang sih kami belum berniat menjadi peternak ikan cupang profesional, tapi cuma mau belajar saja. Sudah dua minggu kami sibuk hunting penjual ikan cupang, selain itu kami juga mencari referensi untuk beternak ikan cupang di internet melalui jasa om google.
Tapi jujur, ternyata belajar lewat om google itu ga gampang. Karena saat kami melakukan pencarian lewat om google dengan keyword “cara beternak ikan cupang“, “beternak ikan cupang“, “mengawinkan ikan cupang”, dan berbagai keyword lainnya tentang ikan cupang. Memang kami menemukan banyak artikel tentang cara untuk mengawinkan ikan cupang. Tapi artikel tersebut tidak sama, antara satu arikel dengan artikel lain berbeda-beda langkah untuk mengawinkan betta fish.
Hingga akhirnya teman saya si budi anduk diberi kartu nama seorang peternak ikan cupang. Mulailah petualangan si bapak cupang ke sarang ikan cupang, hehehe… Sesampainya disana, wuiihhh…. sejauh mata memandang ikan cupang saja yang tampak. Memang ada beberapa ekor hewan lainnya disana, seperti ayam dan ikan koi yang sedang beranak. Tapi ratusan ikan cupang mendominasi tempat tersebut, dari si peternak sendiri kami mengetahui klo ikan cupang milik mereka sudah di ekspor ke negara lain seperti jepang, hongkong dan malaysia.
Dari sana saya mengetahui bahwa ada banyak jenis ikan cupang atau betta fish atau fighter fish ini. Mulai dari half moon, serit atau crown tail, plakat, lavender, giant, dan lain-lain. Disana kami mulai melancarkan pertanyaan seputar cara memijah ikan cupang. Kami pun juga melihat tempat pemijahan ikan cupang dan beberapa ekor ikan cupang yang sedang memijah. Setelah mendapat ilmu dan puas bertanya, kami pun membeli 2 ekor ikan cupang yang siap untuk dikawinkan. Kami pun menerapkan langkah-langkah untuk memijah ikan cupang. Ohya,  yang jaga peternakan ikan cupang tersebut berasal dari nias dan salah satunya semarga sama bang augusman zalukhu, mereka ramah lho, apa bang zal juga ramah ya ??? hehehe…
Diantara kami berdua si budi anduk yang paling beruntung, karena ikan cupang si budi sudah memijah dan sudah mulai menetas anaknya. Tapi alhamdulillah tadi pagi ikan cupang saya juga sudah memijah. Sekarang lagi bingung nyari makan untuk calon anak atau burayak ikan cupang saya ini. Karena makannya kutu air, dan nyari kutu air juga susah. Klo di kembang biakan juga susah. Sedikit tips dari saya untuk teman-teman yang mau belajar memijah atau beternak ikan cupang,
  • Untuk induk cari yang berumur 4 bulan atau lebih, atau badannya udah besar
  • Pilih calon induk yang sehat, karena klo ga sehat ya ga bisa dikawinin.
  • Ciri-ciri jantan yang segat adalah agresif jika ketemu lawan, bulu-bulunya mengembang saat ketemu lawan, gerakannya lincah, hanya memiliki satu warna karena klo warnanya belang hasil anakannya biasanya ga bagus, contoh klo warna merah ya merah aja ga ada warna lain.
  • Klo yang betina ciri utamanya adalah perutnya buncit, ada titik kecil bewarna putih di bawah perut, dasinya pendek(dasi ini adalah sirip dibawah perut), suka main didasar wadah.
  • Klo ga ketemu indukan seperti ciri-ciri diatas, mungkin bisa tanya penjualnya langsung, dan klo udah dapat saatnya menyiapkan wadah untuk melakukan pemijahan, wadah yang bisa anda gunakan adalah ember dengan ukuran 30 x 15 cm, akuarium kecil, toples, dll. Tapi saya lebih menyarankan menggunakan akuarium kecil yang berukuran 25 x 20 x 15(panjang x tinggi x lebar).
  • Setelah itu isi wadah dengan air setinggi 10 atau 15 cm, gunanya agar nantinya setelah telur menjadi burayak tidak sulit bernapas. Bisa pake air PAM, air tanah, dan air galon. Kasih di permukaan air tumbuhan untuk tempat jantan membuat gelembung, saya menggunakan plastik bening supaya kelihatan telurnya(info dari peternak cupang)
  • Induk sudah siap, wadah sudah ok. Saatnya melakukan pemijahan. Pertama masukan jantan kedalam wadah yang sudah berisi air, masukan betina kedalam wadah lain, bisa menggunakan wadah yang lebih kecil dari wadah pemijahan tapi harus transparan, letakan bersebelahan dengan wadah pemijahan. Gunanya agar si jantan bisa PDKT ama betina, dan biar si betina ga babak belur dihajar sama si jantan saat di satukan atau kawinkan, pengalaman klo ga digituin sibetina bisa mampus seperti yang di alami betina si budi anduk. Si jantan bisa didiamkan selama 1 jam, 12 jam atau sehari tergantung keagresifan si jantan terhadap sibetina.
  • Klo dalam 1 jam si jantan sudah tidak agresif lagi(seperti punya saya) baru masukan si betina ke wadah pemijahan, setelah itu tutup wadah. Gunanya supaya kedua induk ini ga malu, karena mereka malu juga lho klo lagi kawin di intip shocked . Setelah beberapa jam, si cupang jantan akan membuat gelembung kecil sebagai tempat meletakan telurnya. Ikan cupang biasanya kawin pada siang hari dan sore hari, klo ikan cupang saya kawinnya jam 11 siang tadi.
  • Saat ikan cupang kawin, mereka akan membengkokan diri satu sama lain. Setelah itu sibetina akan mengeluarkan telur dan mengapung seperti mati, si jantan kemudian memungut telur dan memasukannya ke gelembung yang sudah dia buat, bagian ini sangat asyik ngeliatnya karena hampir setengah jam saya jingkrak-jingkrak liat ikan cupang saya memijah, hahaha… exciting . Setelah semua telur terkumpul, biasanya si jantan akan mengusir si betina dari kumpulan telur. Disini, anda harus memisahkan betina dari wadah pemijahan karena pada saat ini sampai telur menetas tugas ikan cupang jantan lah yang menjaga telur-telur tersebut. Setelah itu tunggu selama kurang lebih 2 hari hingga telur tersebut menetas.
Itu sedikit tips dari saya untuk memijah ikan cupang, ohya pada hari ke-4 burayak harus diberi kutu air atau daphnia sebagai makanannya, karena cadangan makanan burayak hanya cukup untuk 3 sampai 4 hari saja. Selamat mencoba.
Oya, untuk membedakan telur ikan cupang berikut saya kasih gambarnya. Berikut gambar telur ikan cupang :
 Perawatan Anakan

Untuk menghasilkan keturunan kita harus bisa untuk mengawinkannya agar kita mempunyai keturunan bagi ikan cupang kita. Kita tidak boleh sembarangan dalam merawat ikan cupang kita , karena bila kita sembarangan dalam merawat anakan ikan cupang maka tak lama umur ankan ikan cupang anda akan BERAKHIR. jadi perlu diperhatikan cara merawat anakan ikan cupang . yaitu sebagai berikut

* Tahap pemberian makanan

Pada umumnya pemberian makanan pada anakan yang berumur kurang dari 5 hari bisa dihilangkan, karena anakan yang berumur kurang dari 5 hari tersebut masih mempunyai cadangan makanan yang dihasilkan oleh kuning telur yang melindunginya. jadi mulai umur 5-10 hari anakan baru mulai diberi makanan berupa: roteria, infusaria, kuning telor mentah.
dan setelah tahap kedua terlewati dengan lancar, masuklah ke dalam tahap ke 3 dimana anakan berumur 10-17 hari, anakan ini bisa diberi makanan berupa: Kutu air yang disaring. Dan tahap terakhir bagi anakan yang berumur lebih dari 17 hari, bisa diberi makanan berupa Kutu air, Cuk, Cacing sutra.

Diagram Pemberian makanan anakan:
- Hari 0-5 ———–> Tidak perlu diberi apa apa
- Hari 5-10 ———–> Diberi Infusaria, Roteria, Kuning telor rebus
- Hari 10-17 ———–> Diberi kutu air yang telah disaring
- Hari >17 ———–> Diberi kutu air, cuk, cacing sutra

Catatan penting: Perlu ditambahkan bahwa pemberian pakan bagi anakan cupang jangan sampai berlebihan, karena bila berlebihan akan membuat air menjadi kotor dan membuat kesehatan anakan cupang anda berkurang, berikan makanan yang secukupnya saja. Pemberian pakan harus teratur, dan HANYA SEKALI dalam sehari.

* Tahap Pemindahan anakan

Setelah melewati 4 tahup yang pertama mengenai cara pembarian pakan , sekarang yang perlu anda lakukan adalah memindahkan anakan ikan cupang tersebut ke dalam kolam pendederan, tentunya anda harus menyediakan tempatnya. :)
Tahapan persiapan dan perlakuan lainnya selama berada di dalam bak pendederan harus disesuaikan dengan jenis ikan hias yang dipijahkan. Wadah yang umum digunakan yaitu: Fiberglass, drum bekas, Paso, ember atau bak semen. Demikian pula dengan penempatannya, akan lebih baik bila ditempatkan ditempat yang terbuka dan cukup mendapatkan sinar matahari yang cukup (jangan sinar matahari secara langsung , karena dapat membuat ikan MABOK). untuk mengurangi sinar matahari langsung , anda dapat menggunakan tumbuhan enceng gondok sebagai tambahan. langkah pemindahan dan perlakuan yang dibarikan kepada buirayak dapat dilihat sebagai berikut:
==> Sebaiknya ukuran bak pendederan cukup besar, misalnya dengan menggunakan bak fiberglass ukuran 1M x 1M x 0.5M, sehingga burayak tersebut dapat berkembang dengan baik. Ketinggian air adalah 3/4 dari tinggi bak. Untuk menghindari penyakit, air yang digunakan dicampur dengan rebusan daun ketapang dan sedikit garam, aduklah secara merata, dan endapkan selama 1 hari. Cara pemindahan dapat dilakukan dengan memindahkan secara langsung dari akuarium, tetapi jangan lupa untuk melakukan “penyifonan” untuk membuang kotoran yang ada. lamanya pemeliharaan di kolam pendederan kira-kira 1 bulan. Untuk pemberian pakan perlu diperhatikan berdasarkan umurnya, dan jangan sampai berlebihan seperti yang saya katakan diatas tadi. Penyifonan dilakukan minimal 2 hari sekali untuk menjaga kebersihan air.

* Tahap pembesaran

Sebagai tahap penutup dan yang terakhir yaitu masalah pembesaran anakan, tahap pemindahan ke dalam kolam soliter tetap diusahakan agar tidak merusak sirip atau menyiderai tubuh ikan tersebut. langkah -langkah terakhir ini meliputi : persiapan wadah, pemindahan dan penyortiran awal, dan perawatan rutin.

- Persiapan wadah
Siapkan akuarium dengan ukuran 20×20x15 atau stoples yang sebanding. Perlu diingat, bahwa semakin besar semakin baik pula pertumbuhan tubuh dan siripnya(lebih optiman). isi air dengan 3/4 dari tinggi wadah. Kualitas air yang digunakan harus sama dengan air yang diberikan pada waktu pendederan, sehingga ikan cepat beradaptasi. Jangan lupa memberi penyekat (berupa karton, kertas, dll) antara akuarium. wadah lain yang perlu disiapkan adalah akuarium biasa yang kira-kira bisa menampung 80-100 ekor anakan. Tujuannya agar proses penyortiran dapat berjalan lebih mudah


Hubungan Unik antara Ketapang dan Cupang

Ketika suatu saat saya berkunjung ke tempat teman, yang kebetulan sama-sama penggemar betta (atau cupang), terkejut bukan main hati saya. Ini kok ngaku – ngaku hobiis betta, tapi membiarkan air – air dalam aquarium mungilnya begitu kotor, kuning, bahkan beberapa diantaranya sangat pekat.

Sedikit bercanda, saya berseloroh. “itu cupang-cupang lu asli jawa ya, kok minumnya air teh, atau lu kasih air seni?”. “kasian banget nasib ikan – ikan lu kalo gitu”. Tambahku.

“Itu gue kasih air rebusan ketapang”. Jawabannya singkat. “maklum baru gue kawinin”

Terkejut, tapi gak mau dibilang bodoh. Sengaja aku diam atas jawabannya, takut dibilang bukan hobiis sejati cupang. Aku simpan jawaban itu, penasaran sama si “ketapang” ini.

Ingatan saya kembali ke masa kecil, dulu di perumahan orang bule di bilangan kuningan, banyak banget pohon ketapang. Pohon ketapang itu sendiri tingginya sekitar 20 meter lebih, terbilang tinggi untuk ukuran pohon di Jakarta. Setiap pulang sekolah, saya dan teman – teman selalu mengumpulkan biji – biji ketapang itu, dipecahkan kulitnya untuk kemudian daging buahnya kami makan. Rasa kacang bercampur kenari bermain dilidah kami. Tak jarang kami harus dikejar – kejar satpam, karena untuk mendapatkan buah ketapang kami harus melemparnya dengan batu. Kalo musim kemarau tiba, kami berguling2an diatas hamparan daun ketapang yang selalu rontok.

Di bangku kuliah saya mengenalnya lebih mendalam, tentang ciri – ciri fisik, habitus. Dan penyebarannya. Saya sekarang sering menemukan daunnya teronggok di dasar aquarium cupang. Berbekal sebuah laptop tua keluaran akhir 2003, dimulailah pencarian tentang si ketapang ini dan hubungannya yang unik dengan betta – betta kesayangan saya. Dan coba saya paparkan dalam beberapa deskripsi berikut.

Apa dan Bagaimana si “Indian Almond”
Menurut binomial nomenklatur, ketapang diidentifikasi sebagai Terminalia cattapa, dari keluarga Combretaceae. Karena penyebarannya yang kosmopolit, sehingga tidak diketahui asal usul dari tanaman ini. Ada beberapa nama yang disematkan untuk pohon ini; Bengal almond, Singapore almond, Ebelebo, Malabar almond, Indian almond, Tropical almond, Sea almond, pohon Talisay, pohon Payung dan Zanmande (creole).

Beberapa ilmuwan pernah menemukan pohon ketapang tertinggi hingga mencapai 35 m. Nama pohon payung memang identik dengan bentuk percabangan dan tajuk yang menyerupai payung, melebar dan melingkar luas (diameter tajuk mencapai 20 m). Kayunya termasuk jenis kayu keras yang memiliki resisten tinggi. Kulit pohonnya membentuk uliran kecil seperti mengelupas, layaknya kita temukan pada pohon-pohon sengon atau jeunjing.

Kalau melihat daunnya, jangan sampai tertukar dengan pohon mete, karena memang kedua pohon ini mempunyai daun yang agak mirip, dengan tulang daun yang sangat terlihat jelas. Walaupun beberapa daun ketapang tumbuh kecil, tapi rata-rata daun ketapang memiliki panjang daun 15 – 25 cm dengan lebar daun mencapai 14 cm. Permukaan daunnya terlihat licin dan berminyak. Pada musim kemarau pohon ini mempunyai sifat menggugurkan daunnya untuk menyimpan cadangan air lebih banyak, dan beberapa fungsi tumbuhan menjadi dorman. Daun yang mengering kemudian berubah warna menjadi kuning, merah, dan coklat ketika mengering.

Bunga ketapang, berkelamin ganda, dan berada dalam satu pohon. Buahnya sendiri diselimuti kulit lunak berserabut, biji dalam tiap buah hanya terdapat satu, seperti pada buah kenari. Rasanya juga mirip buah almond, dan aman untuk dimakan.

Secara alami, pohon ketapang tersebar di hutan dataran rendah di daerah tropis. Pohon ketapang sering dijadikan indikator adanya hutan pantai, selain pohon pandan dan waru laut. Karena sifat alaminya yang mempunyai daya hidup tinggi, dan bentuk tajuk yang melebar, ketapang merupakan pilihan utama dalam menghiasi dan meneduhi perumahan - perumahan baru atau wilayah halaman perkantoran di jakarta. Sangat mudah untuk menemukannya di sekitar kita. Apalagi untuk mereka yang tinggal di perumahan baru.

Daun Ketapang dan kesehatan
Ada beberapa kandungan alami yang terkandung dalam daun ketapang (dan buah), antara lain: flavonoids (sama halnya dengan kaempferol atau quercetin) atau dikenal dengan vitamin P atau citrin, tanin (punicalin, punicalagin atau tercatin seperti halnya pada teh, anggur, strawberry, delima, pomegranate, aren-arenan), saponin yang dipakai sebagai surfaktan, dan phytosterol (kolesterol tumbuhan dengan sedikit kandungan alkohol). unsur lain yang terdapat dalam daun ketapang antara lain; Sulfur, Nitrogen fosfor in dalam bobot beragam. Ketapang juga mengandung logam seperti Ca, Mg, Cu, Zn etc

Demikian kaya kandungan yang terdapat dalam daun ketapang, sehingga sangat umum menggunakannya dalam pengobatan alternatif yang sangat berguna. Lihat saja, di Taiwan orang sering memanfaatkan daun keringnya untuk mengobati liver dan air rebusannya dipakai untuk mengobati sakit kulit. Di suriname, teh yang terbuat dari seduhan daun ketapang diyakini bisa menyembuhkan disentri dan diarhea. Beberapa penelitian lebih lanjut tengah dilakukan untuk kemungkinan dipakai dalam pengobatan kanker, dan antioksidan.

Cupang dan Daun Ketapang
Di alam, penyebaran ketapang juga bisa ditemui di pinggir sungai, rawa, gambut (atau diamazon sering dihubungkan dengan ekosistm blackwater) dan danau. Tempat-tempat ini merupakan habitat alami cupang. Sangat mudah menemukan cupang bila disekitarnya terdapat pohon ketapang, cukup mencari dibawah guguran daun ketapang dan ternyata ini menjadi tempat favorit betta untuk berbiak. Ini yang kemudian yang menggugah rasa ingin tahu peneliti tersebut secara lebih lanjut.

Bila dilihat manfaat ketapang yang begitu banyak untuk manusia, demikian halnya untuk betta yang ada di aquarium kita. Betta yang ditemukan hidup disekitar guguran daun ketapang terlihat lebih aktif (lincah), kilauan warna dan sisiknya menjadi lebih cerah, dan tentu saja sehat.

Kandungan tanin, mineral, dan vitamin pada daun ketapang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan bakteri berguna seperti infusoria dan beberapa bakteri lain. Kemudian bakteri inilah yang menjadi sumber pakan bagi burayak – burayak betta di alam. Begitu juga kandungan asam humik dan logam yang dapat menetralkan kondisi pH air, walaupun kondisi sekitarnya begitu ekstrim. Selain itu biasanya betta yang baru saja ditandingkan mengalami luka pada tubuh atau stress ketika kontes, maka daun ketapang menjadi pilihan tepat untuk memulihkan kembali kondisi betta kesayangan kita.

Tentu saja penggunaan bagi para hobiis betta harus diperhatikan. Yew (2004) dan beberapa peneliti dalam sebuah artikelnya menyebutkan dosis yang tepat untuk menjaga kesehatan betta adalah 1-2 daun ketapang dalam 50 liter air. Teknik paling mudah untuk mengeluarkan kandungan yang ada dalam daun ketapang adalah dengan cara merebusnya. Bila kita tidak ingin merebusnya, cukup biarkan selama 2 – 3 hari dalam air, sampai daun tersebut ternggelam dalam air. Jangan lupa untuk menggantinya setiap 15 hari sekali.

Kerusakan ekor dalam pengiriman betta dapat diminimalisasi dengan menambahkan larutan ketapang dalam airnya, kandungan tannin dan phytosterol dengan dosis agak tinggi dapat memberikan rasa tenang (bius ringan) pada betta. Dosis ini juga disesuaikan dengan jarak dan lama pengiriman.

Dalam keadaan kering daun ketapang dapat disimpan selama 6 bulan. Asalkan jauhkan dari tempat yang lembab dan terlindung dari sinar matahari dan panas.

Ini juga yang mendasari atison betta untuk mengembangkannya menjadi sebuah produk siap pakai dalam bentuk ekstrak daun ketapang dengan brand “Atison's Betta Spa Ketapang Leaf Extract”. Kemasannya dapat dilihat di: http://www.bluebettausa.com/galleryac1.htm.

Jadi, tunggu apalagi, gak usah malu untuk memunguti daun – daun ketapang yang gugur, walaupun harus menghentikan motor dan mobil yang anda kendarai sejenak. Selama berguna untuk betta kesayangan kita.


dikutip dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe / Share

 
klik [disini] untuk ikuti aku di Facebook . . . . . . setelah baca jangan lupa kunjungi buku tamunya ya!