Selasa, 23 November 2010

Cara beternak Bebek

  • Share
  • [i]












Sebelum memulai usaha peternakan bebek, tentunya hal yang pertama dilakukan adalah pembuatan kandang, karena kandang sangat menentukan keberlangsungan usaha peternakan bebek kedepan, apakah nantinya usaha tersebut untuk usaha bebek pedaging ataupun usaha bebek petelur. Pada prinsipnya adalah bagaimana mengusahakan itik/ bebek merasa nyaman di dalam kandang, karena kita ketahui bersama ada standarisasi dalam pembuatan kandang, atau dalam bahasa lain kandang yang memenuhi syarat salah satunya adalah kandang tersebut harus dalam keadaan kering, khususnya kandang untuk tempat istirahat bebek maupun kandang untuk tempat bertelur bebek. Hal ini juga berlaku untuk pemeliharaan bebek pedaging, jika kandang tempat istirahat bebek basah, atau becek, maka hal ini membuat tidak nyaman, sehingga bisa menghambat pertumbuhan bebek, ataupun mengurangi produktifitas telur yang dihasilkan.


Kandang yang akan kita buatpun masih mempunyai 2 pilihan, apakah pilihan dalam pembuatan kandang tersebut menggunakan system basah, atau bahkan kandang tersebut menggunakan system kering. Masing- masing system tersebut mempunyai keunggulan atau kekuatan masing- masing.


1. system basah mensyaratkan bahwa kandang tersebut harus ada tempat mandi untuk bebek, dengan kata lain bebek bisa bermain air setiap harinya, keunggulan pada system ini adalah kalau dengan tujuan pembudidayaan bebek petelur untuk ditetaskan maka system ini paling bagus, karena dengan adanya kolam air maka intensitas kawin lebih tinggi dibandingkan system basah. Selain itu kelebihan lainnya adalah bahwa system ini bagus digunakan agar pada saat musim hujan datang, produktifitas telur pada itik tidak menurun drastis.


2. system kering merupakan kebalikan dari system basah, dimana dalam kandang tersebut tidak ada kolam untuk mandi, air hanya untuk media air minum saja dan cuci kepala itik saja. Kelebihan dari system kering ini adalah bebek/itik dapat berproduksi secara optimal, karena energi yang diperoleh dari makanan sepenuhnya digunakan untuk memproduksi telur, selain itu kelebihan lainnya adalah bahwa system ini meminimalisir bau yang diakibatkan kotoran bebek. Selain itu system kering juga sangat menghemat lahan, daripada system basah yang harus ada alokasi lahan untuk mandi dan berenang itik.


Memilih system basah atu kering sepenuhnya tergantung kepada anda, karena masing- masing mempunyai kelebihan.













Memulai usaha peternakan bebek tidaklah sulit, tetapi ada standart- standart yang harus dipenuhi untuk merawat bebek siap telur agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita, jangan sampai ketika kita memulai dan ketika menemui masalah lantas kita putus asa dan berhenti untuk melakukan usaha peternakan bebek. Berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan apabila kita memulai usaha peternakan bebek yang dimulai dari bebek siap telur,Pakan : mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan beternak bebek petelur, bebek tidak akan segera bertelur bisa dikarenakan pakan, tetapi bisa dipercepat waktu bertelurnya juga dikarenakan pakan. Disini yang dimaksudkan pakan adalah pakan yang memenuhi persyaratan gizi bagi ternak, ada banyak pilihan dalam memilih pakan bebek, antara lain, dedak (katul) nasi kering, roti kedaluwarsa, jagung, dsb. Maka jika menggunakan dedak haruslah dedak yang halus, atau dedak yang bagus, ada beberapa macam dedak, tidak hanya sekedar halus, karena ada kulit padi yang di giling kembali menjadi sangat halus, dan oleh mereka di jual lagi sebagai dedak halus, ketika ini diberikan ke ternak, maka ternak tidak akan gemuk, maka semakin kurus, dan akhirnya masa bertelurnya akan mundur lagi. Jika memakai nasi kering, haruslah di rendam dahulu minimal 10 menit, baru diberikan ke ternak, begitupun jagung, haruslah jagung yang baru, karena ada beberapa jagung yang masuk kategori stok lama, terkadang didapati jagung tersebut beracun, sehingga menyebabkan ureter ternak rusak, dan akibatnya ternak tidak akan bisa bertelur, atau bisa bertelur tapi perlu waktu yang sangat lama, sedangkan untuk roti kedaluwarsa haruslah dijemur dulu seharian, agar jamur maupun bakteri yang berbahaya mati, dan bisa diberikan secara aman ke ternak. Yang lebih penting agar ternak bisa cepat bertelur, atau bertelurnya bertahan maka dalam pemberian pakan haruslah cukup, artinya tidak kurang ataupun tidak lebih, jika pola makan dilakukan 3 X sehari maka persekali makan dapat dihabiskan dalam kurun waktu 2 jam, sebagai catatan, jika ransum habis dalam waktu 5 s/d 10 menit, maka bisa dipastikan bahwa pemberian ransum tersebut masih kurang. Meskipun jenis pakannya tergolong bagus, tapi jika takarannya kurang maka hasilnya tidak akan maksimal, bebek tidak akan gemuk, yang akhirnya aktivitas bertelurnya tidak akan lancar. Pada prinsipnya untuk bebek yang akan bertelur atau baru belajar bertelur/ mulai bertelur, maka menjadi keharusan bahwa bebek tersebut gemuk, jika sudah gemuk maka syarat bertelur akan terpenuhi. Untuk perbandingan pakan adalah 1 : 3, dengan takaran 1 untuk konsentrat, dan 3 untuk pakan lainnya, untuk berapa kilo yang dibutuhkan maka sangatlah kasuistis melihat jenis pakannya, karena setiap jenis pakan bisa membawa dampak tersendiri terhadap ternak.


Telah saya bahas untuk tips merawat bebek siap telur sebelumnya, karena kita ketahui bersama bahwa pakan mengambil peran yang sangat penting. Ini dikarenakan pakan selain untuk bertahan hidup bagi ternak, hal yang lebih penting lainnya adalah agar bebek bisa bertelur setiap hari sesuai dengan harapan kita semua. Adapun beberapa hal lain yang mendukung agar bebek siap telur bisa bertelur sesuai harapan kita, antara lain adalah :

Perawatan : disini perawatan dimaknai perlakuan kita (manusia ) terhadap hewan ternak, pada prinsipnya perlakuan kita terhadap hewan ternak haruslah hati- hati, dalam arti ternak tidak asal diberikan makanan trus ditinggal begitu saja, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ketika kita memasuki kandang haruslah tidak boleh tergesa- gesa dan kasar, pelan- pelan saja, sehingga bebek tidak kaget dan berlari berhamburan kesana kemari, hal ini tentunya bisa membuat bebek stress. Hal lainnya adalah selalu memperhatikan perlakuan hewan ternak, ini memang perlu pengamatan berhari- hari dan berbulan- bulan untuk tahu perilaku hewan ternak itu sendiri, bagaimana membedakan bebek yang sakit dengan yang sehat, dan jika terdapat bebek yang sakit dalam satu kelompok bebek sehat, maka segera isolasi bebek sakit tersebut dan beri obat yang sudah tersedia di toko pakan ternak terdekat. Pada intinya hewan juga ingin nyaman seperti manusia, maka jangan terlalu sering masuk kandang jika tidak diperlukan, masuklah kandang pada saat memberi pakan dan mengambil telurnya. Perlakuan lainnya dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah jika dimusim hujan (jika kandang semi terbuka) , maka ternak harus dimasukkan kebagian yang beratap, pada intinya meskipun bebek merupakn hewan yang suka air, tetapi jika terjadi hujan jangan dibiarkan hewan tersebut terkena air hujan, dalam waktu yang bekepanjangan jika bebek dibiarkan terkena hujan maka dapat mengakibatkan rontok bulu, dan tidak bertelur.
Perkandangan : system perkandangan merupakan satu hal penting yang harus kita penuhi, asalkan memenuhi standart maka bebekpun bisa bertelur seperti harapan kita. Adapun kandang yang baik bagaimana?, semua ada dalam teori tentang cara merawat bebek, dan bisa juga sangat tergantung dengan modal yang kita punyai. Yang sangat perlu diperhatikan disini adalah kandang harus selalu dalam keadaan kering, meskipun kita ketahui bersama bahwa ada 2 sistem dalam beternak bebek, yaitu system kering dan system basah, meskipun system basah, maka kandang bertelur harus tetap kering, harus ada jarak antara tempat mandi dan minum dengan kandang tidur atau kandang bertelur, dan harus diperkirakan jika bebek tersebut setelah main air dan kembali kekandang tidur, maka air tidak sampai terbawa ke kandang tidur. Begitupun juga dengan system intensif (bebek hanya dalam satu lokasi saja tanpa ada dibedakan kandang tidur dan bermain), pemberian minum harus dibatasi, jangan sampai air tersebut dipakai untuk mandi, air hanya digunakan untuk sarana minum saja, dan sifatnya terbatas, artinya hanya kepala sampai leher saja yang bisa menjangkau keberadaan air minum tersebut, ini dengan maksud agar kandang selalu dalam keadaan kering. Jangan ada genangan air didalam kandang yang sifatnya tidak perlu, misalnya habis hujan lebat, ada air yang menggenang dalam areal kandang, maka hal ini segera di tangani dengan cara memberikan tambahan pasir atau meninggikan kawasan yang tergenang tersebut. Hal lainnya adalah usahakan selalu kandang tidur dalam keadaan tertutup rapat, jangan sampai ketika hujan angin terjadi maka kandang tidur kemasukan air hujan, ini akan berdampak terhadap ketidaknyamanan ternak.

PERAN PAKAN MURAH TANPA MEMPENGARUHI KESEHATAN BEBEK

Bebek atau Itik merupakan jenis unggas yang paling mudah perawatannya, artinya jenis pakannya sangatlah fleksibel, diberi makan apapun pokoknya jenis makanan yang tidak basi, mereka mau saja. bebek atau itik ini juga tidak gampang mati jika terserang penyakit atau virus unggas. tetapi populasi itik/ bebek tidaklah sebanyak populasi jenis unggas lainnya, terutama jika dibandingkan dengan ayam, padahal dari sisi telur, daging dan tingkat kematian bebek lebih unggul daripada ayam. dan jarang dari peternak yang mengembangkan ternak itik secara intensif, kebanyakan dari peternak melakukannya secara tradisional, dan sangat beda dengan itik/bebek.
adapun macam jenis pakan yang bisa diberikan ke bebek sangatlah bervariasi, misalnya saja, bebek bisa diberi makan dedak, nasi kering, ampas ketela, ampas tahu, roti kedaluwarsa, jagung dsb yang pada dasarnya untuk pemenuhan karbohidrat atau makanan utama dari bebek, sedangkan untuk kebutuhan protein, bebek bisa diberi makan dari mulai jenis ikan- ikanan, ataupun jenis olahan ikan (tepung ikan), keong mas, kerang, kepala udang, kremis, kupang, kepiting, ataupun jenis pakan konsentrat dari pabrik. semua itu memberikan variasi terhadap ransum dari itik.


lantas kenapa dedak?, jawabannya adalah sederhana, dan sekali lagi adalah berdasar pada pengalaman penulis. peran dedak sangatlah penting, terutama untuk bebek petelur, meskipun untuk bebek pedaging/ potong peran tersebut juga tidak kalah pentingnya. peran tersebut adalah bahwa dedak atau katul berguna untuk menambah nafsu makan dari itik, ini sangat penting terhadap keberlangsungan produksi telur setiap hari, kenapa demikian?, karena jika nafsu makan itik bagus, maka itik akan cenderung gemuk, dari dari sini bisa memberikan kontribusi terhadap produktifitas telur. sebaliknya jika tanpa dedak, sehingga nafsu makan berkurang, menjadikan ternak kurus, hasil akhirnya tentu menurunkan produktifitas telur. hal ini sudah dibuktikan oleh penulis, oleh sebab itu maka jika kita dapati dalam suatu daerah terdapat makanan utama untuk itik taruhlah roti kedaluwarsa dalam jumlah besar dan murah, maka sebaiknya tetap diberikan campuran dedak/katul paling tidak 25% dari seluruh ransum yang diberikan kepada ternak, diharapkan campuran dedak terhadap ternak dapat menjaga nafsu makan ternak, sehingga keberlangsungan usaha tetap bertahan dan diharapkan maju.


PRODUKSI BEBEK PEDAGING BERKUALITAS






Ternak itik disebut juga sebagai unggas air, karena sebagian kehidupannya dilakukan di tempat yang berair. Hal ini ditunjukkan dari struktur fisik seperti selaput jari dan paruh yang lebar dan panjang. Selain bentuk fisik dapat juga dilihat bahwa keberadaannya di muka bumi ini, dimana itik kebanyakan populasinya berada di daerah dataran rendah, yang banyak dijumpai di rawa-rawa, persawahan, muara sungai. Daerah-daerah seperti ini dimanfaatkan oleh itik menjadi tempat bermain dan mencari makan. Sebelum program intensifikasi pertanian menjadi program nasional, pemeliharaan itik secara tradisional atau dengan digembala memang sangat menunjang konsep pengendalian hama pertanian secara terpadu. Itik umumnya mencari makan di permukaan sawah dan sekitar batang/rumpun pada batang padi. Namun sejak penggunaan obat-obatan pembasmi hama pertanian makin intensif dan adakalanya dosisnya berlebihan, kasus keracunan itik sering menimbulkan konflik sosial. Pemeliharaan itik secara tradisional makin mengandung resiko besar.
.
Melihat gambaran ini, mengubah kebiasaan cara pemeliharaan dari cara tradisional ke arah pemeliharaan intensif memang perlu, sebab bagai manapun juga mempertahankan pemeliharaan tradisional dimasa mendatang tidak bisa diharapkan. Hal ini disebabkan pertama, makanan itik disawah atau dihabitatnya makin langka akibat penggunaan obat-obatan pembasmi hama; kedua, tingkat produktifitas itik yang dipelihara secara tradisional makin kurang nilai ekonominya, hanya bekisar antara 10-41% atau rata-rata 22,5% (lebih kurang 80 butir telur setahun). Hal ini menuntut para ilmiawan untuk memperkenalkan metode baru dalam mengelola ternak itik. Tentu saja tehnik pemeliharaan secara terkurung menuntut berbagai disiplin iilmu dan teknologi yang perlu diterapkan oleh peternak. Namun sebenarnya tuntutan tersebut tidaklah merugikan peternak, malahan akan memberikan hasil yang baik.
.
Pedoman nutrisi pakan itik yang baku di Indonesia sampai sekarang memang belum ada, akan tetapi para peternak sendiri yang meramunya secara mencoba-coba. Para peternak biasanya menyusun pakan ternak itiknya berpedoman kepada formula dari luar negri, kemudian disesuaikan dengan bahan pakan yang ada di Indonesia.
.
Syarat pakan yang baik untuk ternak itik adalah sebagai berikut :
1. Ransum disusun dari bahan-bahan makanan yang mengandung gizi lengkap seperti protein, lemak, serat kasar, vitamin dan mineral. Susunlah dari beberapa jenis bahan makanan, semakin banyak ragamnya semakin baik, terutama dari sumber protein hewani.
2. Setiap bahan makanan digiling halus, kemudian dipadatkan dalam bentuk pil tau butiran, agar jangan banyak tercecer waktu itik memakannya. Bahan yang biasa digunakan untuk pakan itik adalah; dedak, jagung, bungkil kedele, bungkil kelapa, lamtoro, ikan, bekicot, remis, sisa dapur, tepung tulang, kepala/kulit udang dan lain-lain.
3. Jumlah pemberian dan kadar protein di sesuaikan dengan umur pertumbuhan dan produksi telur.
4. Tempat makanan harus dicegah jangan sampai tercemar jamur ataupun bakteri. Jadi harus selalu dalam keadaan bersih dan kering.
5. Sesuaikan jumlah tempat makanan dan minuman dengan jumlah itik, agar jangan saling berebutan pada waktu makan.
.
Formula ransum anak itik yang memenuhi syarat :
Jagung giling (25%) + dedak halus (40%) + Ubi Kayu (5%) + Tepung Ikan (20%) + Bungkil kelapa (5%) + Bungkil kedele 5%, campurkan dengan 1 tutup botol Biotama 2 dan sedikit air, lalu berikan kepada itik tsb. Jika umur itik 1 minggu kebutuhan makanannya : 15 gr/ekor/hari, umur 2 minggu 30 gr / ekor/hari, umur 3 minggu 40 gr / ekor/hari, umur 4 minggu kebutuhan makanan organik sebanyak 60 gr/ekor/hari.
.
Ukuran kepadatan kandang untuk ukuran 1 x 1 meter dapat menampung :
Anak itik : 10 – 20 ekor
.
Kunci keberhasilan usaha produksi ternak itik terletak pada pelaksanaan program tata laksana pemeliharaan itik sampai umur 22 minggu. Kesalahan nutrisi pada masa pertumbuhan ini bisa menyebabkan itik terlambat mencapai kedewasaan kelamin sehingga itik tidak bisa berproduksi pada umur yang diharapkan.
.
Dalam usaha ternak itik secara intensif, ada tiga evaluasi pokok yang memiliki andil keberhasilan yakni :
1. Bibit itik; karakteristik ekonominya dalam menunjang keberhasilan usaha adalah 20%.
2. Makanan itik; dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil sebesar 30%.
3. Tata laksana pemeliharaan, termasuk kandang, cara pemeliharaan dan ketrampilan, memegang peranan paling besar yakni 50%.
.
Pemeliharaan Anak Itik
Sebelum anak itik ditempatkan setelah menetas, yaitu pada lingkaran yang terbuat dari tripleks, harus dilakukan persiapan sebelumnya seperti penyemprotan kandang agar bersih dengan menggunakan Biotama 3 (2 – 3 tutup botol Biotama 3 dilarutkan dalam 1 liter air). Pengaturan lampu pemanas dalam lingkaran tripleks tersebut agar kesehatan anak itik terjamin.
.
Untuk menghindari angin yang masuk, mengingat bulu anak itik masih halus dan tidak tahan udara dingin, usahakan dinding kandang ditutup dengan tirai plastik. Seelah 4 hari, tirai plastik dapat dibuka pada siang hari, dan pda malam hari ditutup kembali. Pada umur 4 minggu tirai plastik dapat dilepas semua sebab anak itik sudah memiliki bulu yang cukup tebal, namun kalau ada hujan lebat atau ada angin kencang, tirai plastik masih diperlukan. Induk buatan dengan alat pemanas lampu minyak atau lampu listrik sangat diperlukan sampai umur 3 minggu. Pada umur diatas 4 minggu lampu digunakan hanya sebagai alat penerang saja.
.
Suhu alat pemanas yang baik adalah sebagai berikut :
- Minggu I : 32°C
- Minggu II : 27°C
- Minggu III : 21°C
.
Untuk melihat suhu (panas) yang baik untuk anak itik dapat dilihat dari penyebaran anak itik di bawah alat pemanas dalam lingkaran triplek (pelingkar).
.
Anak itik yang baru di beli dari Poulty Shop atau dari tempat yang cukup jauh, setelah dimasukkan dalam pelingkar tadi jangan tergesa-gesa diberi makan. Akan tetapi diberikan dahulu minuman segar, berupa susu atau air gula. Hal ini untuk menghindari “stress” karena perpindahan tempat. Setelah lebih kurang 1 jam, itik diberi makan sedikit demi sedikit tetapi sering agar makanan tidak terbuang dan diacak-acak. Setelah 1 minggu pertama, berilah air segar yang dicampur “antibiotika alami” yaitu Biotama 5 , kunyit dan asam jawa. 1 ruas kunyit ditambah 1 cm asam jawa potongan (haluskan) tambahkan 1 -2 tutup botol Biotama 5 dan air hingga 1000 ml. Masukkan dalam botol aqua besar, tutup rapat lalu kocok kocok. Minuman segar ini bisa disebut dengan ”jamu ternak”. Berikan minuman ini 1 minggu sekali. Hal ini untuk merangsang nafsu makan dan pertumbuhan yang seragam, juga untuk menghindari kepekaan terhdap gangguan penyakit selama pemeliharaan








 

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe / Share

 
klik [disini] untuk ikuti aku di Facebook . . . . . . setelah baca jangan lupa kunjungi buku tamunya ya!